IDEA 2012
Entri Populer
-
Selamat Datang Pendaftaran untuk mengikuti Seleksi Mahasiswa Baru Bersama Telkom (SMBB Telkom) Tahun Akademik 2011/2012 di Perguruan Tinggi ...
Sabtu, 31 Desember 2011
Selasa, 21 Desember 2010
Beasiswa Telkom
Selamat Datang
Pendaftaran untuk mengikuti Seleksi Mahasiswa Baru Bersama Telkom (SMBB Telkom) Tahun Akademik 2011/2012 di Perguruan Tinggi dibawah Yayasan Pendidikan Telkom- Institut Teknologi Telkom (IT Telkom)
- Institut Manajemen Telkom (IM Telkom)
- Politeknik Telkom (Politel)
- Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom (Stisi Telkom)
- Telkom Profesional Development Center (Telkom PDC)
Ada 2 (dua) metoda yang dapat Anda ikuti untuk masuk menjadi mahasiswa baru Tahun Akademik 2011/2012 yaitu :
1) DCBT (Daily Computer Based Test) dan
2) OPBT (Offline Paper Based Test)
Metoda DCBT hanya dilaksanakan di Bandung (lokasi tes DCBT di kampus IM Telkom, Politeknik Telkom, dan Telkom PDC). Metoda DCBT memungkinkan anda mengetahui hasil kelulusan secara realtime, setelah anda selesai mengerjakan tes. Cara mengikuti DCBT :
1) Anda mendatangi lokasi tes dengan membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah) di lokasi ujian
2) Anda langsung dipersilahkan untuk mengisi biodata di tempat tes, dan kemudian anda mengikuti tes DCBT
Metoda DCBT akan dibuka mulai awal November 2010 dan Anda bisa mengikuti DCBT lebih dari satu kali, namun setiap Anda mengikuti DCBT harus membayar lagi.
Jalur yang diselenggarakan pada metoda OPBT adalah Ujian Tulis (UTG 1 dan UTG 2), Ujian Saringan Masuk (USM 1 dan USM 2 ), Jalur Penelusuran Potensi Akademik (JPPA Unggulan, JPPA Nasional, dan JPPA OSN)
Untuk mengikuti metoda OPBT, Anda harus mempunyai PIN (Username dan password) terlebih dahulu. Adapun cara mendapatkan PIN adalah sebagai berikut:
- Dapatkan nomor transaksi di Web Registrasi Online atau dengan cara mengirim SMS ke nomor 0821 27 58 58 58 dengan format : Reg#NAMA PESERTA
- Gunakan nomor transaksi tersebut untuk membeli PIN seharga Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) di Bank Mandiri melalui:
- Teller di seluruh kantor cabang Bank Mandiri
- ATM Mandiri (Petunjuk Pembayaran )
- Internet Banking Mandiri (Petunjuk Pembayaran )
(Klik pada gambar untuk memperbesar)
Selanjutnya anda melakukan Pendaftaran Online. Untuk mempermudah anda dalam melakukan pendaftaran online silahkan pelajari panduan pendaftaran online UNTUK LEBIH LANJUT BUKA SAJA www.smbbtelkom.ac.id
Jadwal setiap jalur seleksi dapat dilihat pada tabel berikut :
| NO | JALUR SELEKSI | PENDAFTARAN TERAKHIR | PELAKSANAAN UJIAN | PENGUMUMAN KELULUSAN |
| 1 | UTG I | Kamis, 16 Des 2010, Pukul 12.00 WIB | Minggu, 19 Des 2010 | Kamis, 30 Des 2010, Pukul 14.00 WIB |
| 2 | USM I | Kamis, 20 Jan 2011, Pukul 12.00 WIB | Minggu, 23 Jan 2011 | Kamis, 3 Feb 2011, Pukul 14.00 WIB |
| 3 | JPPAN REGULAR | Senin, 14 Feb 2011, Pukul 12.00 WIB | Catatan : Berkas Foto Copy raport / transkrip dan piagam juga harus sudah masuk panitia SMBB paling lambat Senin, 14 Feb 2011, Pukul 12.00 WIB Pukul 12.00 WIB | Kamis, 24 Feb 2011, Pukul 14.00 WIB |
| 4 | JPPAN PINDAHAN | Senin, 14 Feb 2011, Pukul 12.00 WIB | Kamis, 24 Feb 2011, Pukul 14.00 WIB | |
| 5 | JPPA OSN | Senin, 14 Feb 2011, Pukul 12.00 WIB | Kamis, 24 Feb 2011, Pukul 14.00 WIB | |
| 6 | JPPAU | Kamis, 3 Mar 2011, Pukul 12.00 WIB | Minggu, 6 Maret 2011 | Kamis, 17 Mar 2011, Pukul 14.00 WIB |
| 7 | USM II | Kamis, 28 April 2011, Pukul 12.00 WIB | Minggu, 1 Mei 2011 | Kamis, 12 Mei 2011, Pukul 14.00 WIB |
| 8 | UTG II | Kamis, 30 Juni 2011, Pukul 12.00 WIB | Minggu, 3 Juli 2011 | Kamis, 14 Juli 2011, Pukul 14.00 WIB |
Sabtu, 11 Desember 2010
UN 2011

Ujian
Ia mengatakan, bentuk UN 2011 masih digodok pemerintah dan DPR. Karenanya, sampai saat ini juga belum ada keputusan tentang metode pelaksanaan UN yang akan diterapkan pada 2011. "Metode evaluasi masih menunggu hasil rapat kerja dengan Komisi X DPR, 25 Oktober 2010 mendatang. Agenda rapat kerja tersebut adalah membahas UN. Panja UN dan Balitbang Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) juga membahas konsep UN nanti," katanya.
Namun demikian, menurut Mohamamad Nuh perubahan yang sudah valid mengenai UN hanya pada metodologi UN. Sementara mengenai evaluasi UN, masih dalam proses penyelesaian. "Intervensi yang dilakukan Kemdiknas terhadap 100 kabupaten sudah selesai 100 persen.Intervensi yang dilakukan terhadap 100 kabupaten tersebut adalah pemberian bantuan sebesar Rp 1 miliar untuk masing-masing kabupaten. Intinya, yang terpenting saat ini adalah semua pihak setuju untuk tetap menggelar UN," katanya.
Sementara itu terkait dengan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010, Mendiknas meminta perguruan tinggi negeri (PTN) tetap mandiri dalam keuangan. Namun demikian, perguruan tinggi negeri diminta tidak mengandalkan perolehan dana dari biaya kuliah mahasiswa.
Ia menyatakan, pemerintah akan mengembangkan cara baru dalam memberikan bantuan ke PTN. Kampus didorong untuk menekan pendapatan dari uang kuliah mahasiswa. "Kampus yang bisa mendapatkan pemasukan yang tinggi dengan memanfaatkan riset, misalnya, akan mendapat insentif dari APBN. Dengan demikian, sumber dana PTN itu mestinya dari usaha kampus, seperti memanfaatkan riset dan dana dari pemerintah.
Di bagian lain, Mendiknas menjelaskan sejumlah program Kemdiknas yang sudah melampaui target adalah penyediaan internet bagi 17.500 sekolah di seluruh Indonesia. Sementara, salah satu pekerjaan rumah yang harus dikerjakan Kemdiknas adalah mempersempit disparitas kesempatan belajar siswa di tiap satuan pendidikan. Di tingkat sekolah dasar (SD), dari 31,05 juta siswa, sekira 1,7 persennya putus sekolah dan 18,4 persen tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Pada satuan sekolah menengah pertama (SMP), dari jumlah 12,69 juta siswa, 1,9 persen putus sekolah, dan 30,1 persen di antaranya tidak dapat melanjutkan ke tingkat sekolah menengah atas (SMA). Pada tingkat SMA, jumlah siswa putus sekolah mencapai 4,6 persen dari total 9,11 juta siswa. Pada tingkat SMA juga terjadi jumlah siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi (PT) sangat tinggi, yaitu sebanyak 59,8 persen.
Sementara, saat ini tercatat 4,66 juta mahasiswa. Dari jumlah ini, 6,31 persennya merupakan mahasiswa dari kalangan ekonomi miskin. "Data ini menunjukkan, sampai saat ini pameo 'orang miskin dilarang sekolah', memang benar-benar terjadi. Karena itu, pemerintah harus menjemput bola, mencari para siswa yang tidak bisa melanjutkan sekolah untuk diberi bantuan, katanya.
Pemerintah tidak membiarkan anak-anak miskin berjuang sendirian, tetapi harus ada afirmasi dan campur tangan pemerintah, antara lain melalui berbagai skema beasiswa bidik misi dan bantuan operasional sekolah (BOS), tambahnya.
Langganan:
Komentar (Atom)

